Kamis, 01 Agustus 2019

pengertian marketing

Pengertian Marketing Secara Umum

Apa yang dimaksud dengan marketing? Pengertian Marketing adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memasarkan produk, baik barang ataupun jasa, dengan berbagai cara agar produk tersebut disukai dan digunakan oleh khalayak luas.
Ada juga yang menyebutkan pengertian marketing adalah perpaduan berbagai aktivitas yang saling terkait dimana tujuannya untuk mengetahui kebutuhan konsumen atau pasar. Dengan adanya informasi tersebut maka perusahaan dapat menciptakan atau mengembangkan suatu produk, harga, pelayanan, dan promosi agar kebutuhan pasar tersebut terpenuhi dan perusahaan mendapatkan keuntungan.
Dapat dikatakan marketing adalah penghubung antara produsen dengan konsumen pada suatu pasar. Artinya, kegiatan marketing tidak hanya terbatas pada pemasaran saja, namun juga termasuk semua strategi yang bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Fungsi Marketing dalam Perusahaan

Setiap perusahaan mengandalkan marketing dalam upaya menghasilkan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan tersebut. Itulah sebabnya proses marketing menjadi sesuatu yang sangat krusial bagi semua bisnis.
Sesuai dengan pengertian marketing di atas, beberapa fungsi marketing adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Pertukaran

Melalui kegiatan marketing, maka barang dapat dikenal dan diminati oleh suatu pasar. Dalam hal ini fungsi pertukaran adalah pembelian produk yang dilakukan konsumen dengan menukar uangnya dengan produk yang ditawarkan.

2. Fungsi Distribusi Fisik

Produk yang dihasilkan oleh produsen tentunya tidak langsung tiba di depan konsumen begitu saja, ini melalui proses distribusi. Distribusi fisik melalui berbagai proses, mulai dari pengambilan, klasifikasi, penyimpanan, packing, hingga pengiriman ke lokasi terdekat dengan konsumen.

3. Fungsi Perantara

Kegiatan marketing juga berfungsi sebagai perantara antara produsen dengan konsumen. Fungsi perantara ini dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui pencarian informasi, pembiayaan, klasifikasi produk, dan lain-lain.
Secara garis besar, tiga poin di atas merupakan fungsi utama dari marketing. Selain itu, beberapa fungsi lain dari kegiatan marketing adalah sebagai berikut:
  • Berfungsi sebagai sales, yaitu aktivitas penjualan produk yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
  • Berfungsi sebagai alat promosi, yaitu aktivitas memperkenalkan suatu produk atau perusahaan kepada khalayak luas dengan tujuan agar produk atau perusahaan tersebut diminati oleh masyarakat.
  • Berfungsi untuk riset dan pengembangan, yaitu proses marketing yang menyerap berbagai informasi bermanfaat mengenai tanggapan masyarakat terhadap produk sehingga perusahaan dapat melakukan peningkatan kualitas produk di masa depan.
  • Berfungsi untuk mewujudkan konsep marketing communication, yaitu peran marketing dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat atau perusahaan lain.

Konsep Marketing

Mengacu pada pengertian marketing di atas, secara garis besar ada empat konsep dasar marketing. Adapun konsep marketing adalah sebagai berikut:

1. Produksi

Produksi adalah proses mengubah bahan baku menjadi bahan jadi atau menambah nilai guna suatu produk (barang maupun jasa). Tim marketing suatu perusahaan harus melakukan riset untuk mengetahui produk apa yang sedang diminati oleh pasar.
Selai itu, tim marketing juga harus mengamati para pemain di ceruk tersebut dan harga yang berlaku di pasar. Inilah yang menjadi acuan dalam perencanaan dan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Produk

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh perusahaan kepada khalayak. Produk dapat dibedakan dalam 3 kategori, yaitu barang, jasa, dan gagasan/ ide.
Semua konsumen menginginkan produk yang berkualitas, harga terjangkau, dan unik. Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi menjadi hal yang penting dalam proses marketing itu sendiri. Tanpa adanya produk berkualitas maka dengan sendirinya proses marketing akan sangat sulit dilakukan.

3. Pemasaran

Pemasaran adalah semua aktivitas yang dilakukan seseorang atau organisasi dalam upaya memenuhi permintaan pasar. Kegiatan pemasaran ini meliputi menciptakan produk bernilai jual, penentuan harga, promosi, pelayanan pelanggan, dan lain-lain.
Tujuan utama dari pemasaran adalah untuk memenuhi kebutuhan suatu pasar. Dengan kata lain, kepuasan konsumen menjadi sesuatu yang sangat penting dalam proses pemasaran.

4. Penjualan

Semua aktivitas produksi dan pemasaran pada akhirnya akan bermuara pada angka penjualan produk. Semakin besar angka penjualan maka idealnya keuntungan perusahaan juga akan semakin besar.
Kegiatan penjualan ini seringkali dilakukan dengan memberikan nilai tambah kepada konsumen. Misalnya dengan memberikan bonus dengan jumlah pembelian tertentu yang pada akhirnya menambah angka penjualan.
Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian marketing, fungsi marketing, serta konsep marketing secara umum. Semogar artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.


pengertian pasar

Pengertian Pasar

Pasar atau market merupakan sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi yang lainnya. Pada umumnya, pengertian pasar tidak menunjuk ke sebuah lokasi ataupun tempat-tempat tertentu, hal ini karena pasar tidak memiliki batas geografis. Adanya sistem jaringan komunikasi modern dapat meniadakan hambatan atau batasan-batasan geografis, sehingga dapat memungkinkan penjual dan pembeli bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah satu sama lain.

Pengertian pasar yang kita bahas disini lebih menitik beratkan ke arti ekonomi yaitu untuk transaksi jual dan beli. Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar yaitu sebagai besarnya permintaan serta penawaran pada jenis barang atau jasa tertentu. Pengertian pasar merupakan permintaan serta penawaran secara keseluruhan untuk jasa dan barang tertentu. Pengertian pasar lebih merujuk kepada semua aktivitas penawaran dan permintaan termasuk didalamnya modal, surat berharga, tenaga kerja, serta uang.

Pada prinsipnya, aktivitas perekonomian yang terjadi di pasar didasarkan dengan adanya kebebasan dalam bersaing, baik itu untuk pembeli maupun penjual. Penjual mempunyai kebebasan untuk memutuskan barang atau jasa apa yang seharusnya untuk diproduksi serta yang akan di distribusikan. Sedangkan bagi pembeli atau konsumen mempunyai kebebasan untuk membeli dan memilih barang atau jasa yang sesuai dengan tingkat daya belinya.


Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan pasar sangat lah penting bagi kehidupan. Hal ini karena apabila terdapat kebutuhan yang tidak dapat dihasilkan sendiri, dapat memperoleh kebutuhan tersebut di pasar. Para konsumen atau pembeli datang ke pasar untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhannya dengan membawa sejumlah uang guna membayar harganya. Berikut ini pengertian pasar menurut para ahli.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli



  1. William J.Stanton
  2. William J.Stanton berpendapat bahwa pengertian pasar adalah sekumpulan orang yang memiliki keinginan untuk puas, uang yang digunakan untuk berbelanja, serta memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut.
  3. Wikipedia
  4. Pasar merupakan institusi, sistem, hubungan sosial, prosedur, serta infrastruktur di mana terdapat usaha untuk menjual barang, tenaga kerja serta jasa untuk sekumpulan orang dengan imbalan uang.
  5. Kotler dan Amstrong
  6. Kotler dan Amstrong berpendapat bahwa pengertian pasar merupakan seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung dengan jumlah orang yang menunjukkan tentang kebutuhan, mempunyai kemampuan dalam bertransaksi. Banyak pemasar yang memandang bahwa penjual dan pembeli sebagai sebuah pasar, dimana penjual tersebut akan mengirimkan produk serta jasa yang mereka produksi dan juga guna menyampaikan atau mengkomunikasikan kepada pasar. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan uang dan informasi dari pasar tersebut.
  7. KBBI
  8. Menurut KBBI, pengertian pasar merupakan tempat sekumpulan orang melakukan transaksi jual-beli. Merupakan sebuah tempat untuk jual beli yang diadakan oleh sebuah organisasi atau perkumpulan dan sebagainya dengan maksud untuk dapat mencari derma.
  9. Handri Ma’aruf
  10. Kata “pasar” mempunyai 3 pengertian, antara lain :
      1) Pasar dalam arti “tempat”, merupakan sebuah tempat untuk bertemunya para penjual dengan pembeli.
      2) Pasar dalam arti “penawaran serta permintaan” , merupakan pasar sebagai tempat terjadinya kegiatan transaksi jual beli. 
      3) Pasar dalam arti “sekumpulan anggota masyarakat yang mempunyai kebutuhan serta daya beli “, lebih merujuk pada 2 hal, yaitu daya beli dan kebutuhan. Pasar merupakan sekumpulan orang yang berusaha untuk mendapatkan jasa atau barang serta mempunyai kemampuan untuk membeli barang tersebut.


Ciri-Ciri Pasar

Berdasarkan dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri pasar, antara lain : 
  1. Terdapat calon pembeli dan penjual.
  2. Terdapat jasa ataupun barang yang hendak untuk diperjualbelikan.
  3. Terdapat proses permintaan serta penawaran oleh kedua pihak

Klasifikasi Pasar

  1. Pasar Tradisional
  2. Pasar tradisional adalah suatu pasar dimana tempat tersebut merupakan bertemunya para penjual dan pembeli serta terdapat transaksi jual beli secara langsung serta pada umumnya terjadi proses tawar-menawar. Bangunan dari pasar tradisional biasanya berupa los, kios-kios atau gerai, serta dasaran terbuka yang dibuka oleh para penjual ataupun dari pengelola pasar. Kebanyakan pasar tradisional menjual berbagai macam barang kebutuhan yang diperlukan sehari-hari, jasa, dan lain sebagainya. Pasar tradisional masih banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Beberapa pasar tradisional yang terkenal adalah pasar Klewer di Solo, pasar Beringharjo di Yogyakarta, dan daerah-daerah yang lainnya. Pasar tradisional tersebut masih terus mencoba untuk bertahan menghadapi serangan dari adanya pasar modern.
  3. Pasar Modern
  4. Pada dasarnya, pasar modern tidak jauh berbeda dari pasar tradisional, namun pasar modern terdapat penjual dan pembeli yang tidak bertransaksi secara langsung melainkan konsumen atau pembeli melihat label harga yang terdapat dalam barang tersebut, berada dalam bangunan serta pelayanannya dilakukan secara mandiri atau swalayan dan dapat juga dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual tersebut, selain dari bahan makanan, terdapat juga barang lainnya yang dijual dan biasanya dapat bertahan lama. Contoh : minimarket, pasar swalayan (supermarket), dan lain sebagainya.


Jenis-Jenis Pasar

Jenis–jenis pasar dapat dibedakan menurut dengan bentuk kegiatan, cara bertransaksi, menurut waktunya, serta menurut jenis barangnya. 

Jenis-Jenis Pasar Menurut Bentuk Kegiatannya
Jenis pasar ini dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata atau pasar tidak nyata. Berikut penjelasannya : 

  1. Pasar Nyata
  2. Pasar nyata merupakan sebuah pasar dimana terdapat berbagai jenis barang yang diperjualbelikan serta dapat dibeli oleh pembeli. Contoh dari pasar nyata ialah pasar swalayan dan pasar tradisional.
  3. Pasar Abstrak
  4. Pasar abstrak merupakan sebuah pasar dimana terdapat para pedagang yang tidak menawar berbagai jenis barang yang dijual serta tidak membeli secara langsung, namun hanya menggunakan surat dagangan saja. Contoh dari pasar abstrak adalah pasar online, pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar saham.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Cara Transaksinya
Jenis pasar ini dibedakan menjadi pasar tradisional serta pasar modern. 
  1. Pasar Tradisional
  2. Pasar tradisional ialah pasar yang sifatnya tradisional dimana para pembeli dan penjual dapat saling tawar menawar secara langsung. Berbagai jenis barang yang diperjualbelikan merupakan barang yang berupa barang kebutuhan pokok sehari-hari.
  3. Pasar Modern
  4. Pasar modern merupakan suatu pasar yang sifatnya modern dimana terdapat berbagai macam barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan dengan layanan sendiri. Tempat berlangsungnya dari pasar modern adalah di plaza, mal, dan tempat-tempat yang lainnya.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Jenis Barangnya
Terdapat beberapa pasar hanya menjual 1 jenis barang tertentu, misalnya seperti pasar sayur, pasar hewan, pasar ikan pasar buah, pasar daging, dan lain sebagainya. 
  1. Pasar Barang Konsumsi
  2. Pasar barang konsumsi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan berbagai jenis barang yang dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.
  3. Pasar Sumber Daya Produksi
  4. Pasar sumber daya produksi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan tentang faktor-faktor produksi, contohnya : tenaga kerja, mesin-mesin, tanah, dan tenaga ahli.


Jenis-Jenis Pasar Menurut Waktunya
Jenis pasar menurut waktunya dapat digolongkan ke dalam beberapa bentuk, antara lain : 
  1. Pasar Harian
  2. Pasar harian ialah tempat pasar di mana merupakan pertemuan antara pembeli serta penjual yang dapat dilakukan setiap harinya. Pasar harian pada umumnya menjual berbagai jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan jasa, kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan produksi.
  3. Pasar Mingguan
  4. Pasar mingguan ialah pasar yang dilakukan setiap seminggu sekali. Biasanya pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih, seperti di pedesaan.
  5. Pasar Bulanan
  6. Pasar bulanan ialah pasar yang dilakukan sebulan sekali, dan terdapat di daerah-daerah tertentu. Biasanya terdapat para pembeli di pasar tersebut yang membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali, contoh pasar bulanan adalah pasar hewan.
  7. Pasar Tahunan
  8. Pasar tahunan ialah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Pasar tahunan pada umumnya bersifat nasional serta diperuntukkan untuk promosi terhadap suatu produk baru. Contoh pasar tahunan : Pameran Pembangunan, Pekan Raya Jakarta, dan lain sebagainya.
  9. Pasar Temporer
  10. Pasar temporer ialah pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu serta pasar temporer dapat terjadi secara tidak rutin. Pada umumnya, pasar temporer dibuka guna merayakan peristiwa tertentu. Contoh dari pasar temporer adalah Bazar.


Jenis-Jenis Pasar Menurut Keleluasaan Distribusi
Terdapat jenis pasar ini dapat dibedakan menjadi : 
  1. Pasar Daerah
  2. Pasar daerah ialah suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 daerah produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan bahwa pasar daerah melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 daerah.
  3. Pasar Lokal
  4. Pasar lokal merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 kota tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 kota.
  5. Pasar Nasional
  6. Pasar nasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 negara tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan serta penjualan dari dalam negerii.
  7. Pasar Internasional
  8. Pasar internasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk dari berbagai negara. Dapat juga dikatakan luas jangkauan dari pasar tersebut adalah di seluruh dunia. Contoh : Pasar kopi di Santos, Brazil.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Bentuk serta Strukturnya
Jenis pasar ini dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, pasar oligopoli, serta pasar monopoli. 
  1. Pasar Persaingan Sempurna
  2. Jenis pasar persaingan sempurna dapat disebut juga pasar persaingan murni yaitu merupakan pasar di mana terdapat banyak pembeli dan penjual serta mereka sudah mengetahui keadaan pasar. 

    Pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut :
    1) Barang yang diperjualbelikan sifatnya homogen (sejenis).
    2) Pembeli ataupun penjual mempunyai informasi yang lengkap mengenai pasar.
    3) Terdapat banyak pembeli dan penjual.
    4) Harga yang sudah ditentukan oleh pasar.
    5) Semua faktor produksi dapat bebas keluar masuk pasar.
    6) Tidak terdapat campur tangan dari pemerintah. 

    Kelebihan pasar persaingan sempurna : 
    1) Pembeli dapat dengan bebas memilih produk.
    2) Tidak terdapat hambatan dalam mobilitas berbagai macam sumber ekonomi dari suatu usaha ke usaha lainnya.
    3) Dapat memaksimalkan efesiensi.
    4) Kebebasan memilih dan bertindak.

    Kelemahan pasar persaingan sempurna :
    1) Tidak mendorong inovasi.
    2) Membatasi pilihan konsumen atau pembeli dalam satu barang tertentu.
    3) Persaingan sempurna yang memberikan ongkos sosial.
    4) Distribusi pendapatan yang tidak merata. 

    Contoh dari pasar persaingan sempurna adalah pasar berbagai jenis hasil pertanian. 
  3. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
  4. Pasar jenis ini merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna. Untuk pasar persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terdiri dari sedikit penjual serta banyak pembeli. Pada pasar ini para penjual dapat untuk menentukan harga barang. Barang-barang yang diperjualbelikan tersebut memiliki jenis yang berbeda beda atau terdapat berbagai jenis barang. Jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna mempunyai bentuk-bentuk pasar, antara lain :
  • Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan suatu pasar yang terjadi ketika seluruh penawaran terhadap sebuah barang pada pasar yang telah dikuasai oleh salah seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu. 

Berikut ciri-ciri pasar monopoli :
1) Hanya terdapat 1 penjual sebagai pengambil keputusan harga (guna melakukan monopoli pasar).
2) Penjual lain tidak dapat menyaingi dagangannya.
3) Pedagang lain tidak dapat masuk, hal ini karena adanya hambatan dengan undang-undang atau karena terdapat teknik yang canggih.
4) Jenis barang yang diperjualbelikan tersebut hanya semacam.
5) Tidak ada campur tangan dari pemerintah dalam masalah penentuan harga.

Kelebihan pasar monopoli :
1) Keuntungan penjual yang relatif tinggi.
2) Bagi produk yang menguasai hajat hidup orang pada umumnya diatur oleh pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli :
1) Pembeli atau konsumen tidak terdapat pilihan lain untuk membeli tersebut.
2) Keuntungan hanya terpusat ke 1 perusahaan.
3) Terjadinya eksploitasi pembeli.

Contoh pasar monopoli : PT Pertamina (persero), dan lain sebagainya.
  • Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar jenis ini merupakan suatu dengan banyak penjual yang menjual barang yang berbeda corak. Pasar jenis ini banyak dijumpai di sektor perdagangan eceran dan jasa. Misalnya jasa salon, toko kelontong, angkutan, dan toko obat.

Pada pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri, antara lain :
1) Terdapat banyak penjual dan banyak pembeli.
2) Barang yang dihasilkan yaitu sejenis, namun coraknya berbeda. Seperti : sabun, minyak goreng, pasta gigi, dan lain sebagainya.
3) Terdapat banyak penjual yang memiliki besarnya sama, sehingga tidak terdapat satu penjual yang dapat menguasai pasar.
5) Tidak ada campur tangan dari pemerintah dalam masalah penentuan harga.

Kelebihan pasar monopoli :
1) Keuntungan penjual yang relatif tinggi.
2) Bagi produk yang menguasai hajat hidup orang pada umumnya diatur oleh pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli :
1) Pembeli atau konsumen tidak terdapat pilihan lain untuk membeli tersebut.
2) Keuntungan hanya terpusat ke 1 perusahaan.
3) Terjadinya eksploitasi pembeli.

Contoh pasar monopoli : PT Pertamina (persero), dan lain sebagainya.
  • Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar jenis ini merupakan suatu dengan banyak penjual yang menjual barang yang berbeda corak. Pasar jenis ini banyak dijumpai di sektor perdagangan eceran dan jasa. Misalnya jasa salon, toko kelontong, angkutan, dan toko obat.

Pada pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri, antara lain :
1) Terdapat banyak penjual dan banyak pembeli.
2) Barang yang dihasilkan yaitu sejenis, namun coraknya berbeda. Seperti : sabun, minyak goreng, pasta gigi, dan lain sebagainya.
3) Terdapat banyak penjual yang memiliki besarnya sama, sehingga tidak terdapat satu penjual yang dapat menguasai pasar.

Fungsi pasar mempunyai beberapa fungsi yang penting dalam membantu dalam banyak hal, berikut fungsi pasar : 
  1. Fungsi Distribusi Produk
  2. Salah satu fungsi pasar adalah fungsi distribusi produk yang merupakan suatu aktivitas menyalurkan barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen kepada para konsumen. Fungsi pasar sebagai tempat distribusi produk, hal ini karena banyak terdapat konsumen, sedangkan penjual sebagai distributor, artinya barang yang dijual tersebut tidak diproduksi sendiri. Misalnya terdapat penjual yang membeli telur ayam dari orang lain yang berternak ayam, kemudian telur tersebut dibawa ke pasar dan dibeli oleh konsumen. Penjual tersebut berperan sebagai distributor, orang yang berternak ayam berperan sebagai produsen, serta pembeli sebagai konsumen. Namun adapula penjual yang berperan sebagai produsen sekaligus sebagai distributor.
  3. Fungsi Penetapan Harga / Nilai
  4. Karena terdapat interaksi antara penjual dan pembeli, maka terdapat juga permintaan serta penawaran dari kedua pihak tersebut. Sehingga terdapat kesepakatan harga kesetimbangan yang dapat dicapai dari interaksi kedua pihak tersebut. Fungsi pasar sebagai tempat penetapan harga dari barang atau jasa yang diperjualbelikan karena terjadinya interaksi serta adanya kesepakatan dari pembeli dan penjual.
  5. Fungsi Promosi
  6. Fungsi pasar merupakan tempat berkumpulnya para konsumen yang merupakan tempat promosi yang sempurna bagi produsen guna memperkenalkan produk mereka. Pada umumnya saat proses promosi dari produsen tersebut berlangsung, mereka akan menawarkan dengan penawaran yang menarik, seperti harga produk tersebut yang lebih murah dibandingkan produk dari produsen yang lainnya. Oleh karena itu, fungsi pasar salah satunya untuk promosi suatu produk atau barang.
  7. Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja
  8. Selain terdapat para pedagang dan pembeli, di pasar juga banyak terdapat pihak lain yang dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi. Seperti tukang sapu, ojek, tukang parkir, tukang sampah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, fungsi pasar sebagai tempat penyerapan tenaga kerja.
  9. Menyediakan Barang dan Jasa Guna Masa Mendatang
  10. Pasar memiliki peran sebagai fasilitator guna mengelola tabungan dan investasi. Investasi tersebut berfungsi untuk menyediakan barang serta jasa dibutuhkan pada masa yang akan datang. Tabungan dan investasi tersebut akan berinteraksi di pasar. Pasar yang berfungsi untuk memfasilitasi investasi dan tabungan ialah pasar modal. Investor akan mencari pihak-pihak yang mempunyai tabungan untuk keperluan investasinya, serta penabung untuk mencari pihak yang membutuhkan modal. Kedua belah pihak tersebut dapat bertemu di pasar modal.


Itulah pengertian pasar, jenis-jenis pasar, fungsi pasar, ciri-ciri pasar, dan klasifikasi pasar. Pada intinya, pengertian pasar merupakan suatu tempat bertemunya para pembeli atau konsumen dan penjual guna melakukan transaksi jual beli barang ataupun jasa.




Rabu, 24 Juli 2019


      CARA MEMBUAT ANALISA PASAR

1
Evaluasi informasi apa yang tidak Anda ketahui. Riset pasar mencari informasi yang akan membantu Anda memasarkan bisnis secara efektif. Tuliskan apa yang tidak Anda ketahui tentang basis pelanggan potensial. Pertimbangkan beberapa hal berikut:[1]
·         Ukuran pasar. Misalnya, Anda ingin mendirikan bisnis khusus untuk anak-anak. Apakah Anda tahu berapa banyak orang dalam radius 30 km yang memiliki anak? Orang-orang itulah yang bisa menjadi calon pelanggan Anda.
·         Media pilihan. Apakah Anda mengetahui publikasi atau media apa yang digunakan pelanggan? Jika ingin menggunakan promosi berbayar, Anda membutuhkan informasi ini.
·         Pendapatan. Apakah Anda mengetahui berapa besar pendapatan target pelanggan? Informasi ini akan memengaruhi berapa biaya yang dapat Anda bebankan dan apakah bisnis Anda akan menguntungkan.

2
Gunakan informasi yang tersedia untuk publik. Mungkin Anda perlu mengetahui jumlah rumah di area pilihan, atau jumlah orang yang tinggal di suatu kota. Informasi tersebut biasanya disediakan untuk publik. Cobalah mencari informasi di Badan Pusat Statistik atau kantor pemerintah daerah.[2]

3
Temukan informasi di media sosial. Jika Anda aktif di media sosial, Anda bisa mengetahui statistik demografis. Lihat siapa yang mengikuti Anda dan catat usia, gender, dan lokasi mereka.[3]

4
Hubungi asosiasi industri. Anda membutuhkan informasi dasar tentang pasar, seperti ukurannya dan tren terbaru. Pertimbangkan untuk menghubungi asosiasi industri untuk mencari informasi tentang kondisi industri saat ini. Anda juga dapat mencari informasi ini di internet. Biasanya, asosiasi memublikasikan survei atau riset lain.

5
Lakukan survei tentang pelanggan Anda saat ini. Pasar saat ini belum tentu merupakan target pasar Anda. Misalnya, bisnis memangkas rumput yang Anda miliki mungkin hanya beroperasi dalam lingkup lokal, tetapi Anda berharap dapat mengembangkan bisnis taman regional. Namun, Anda bisa mendapatkan informasi penting dari pelanggan yang sudah ada. Anda bisa meminta mereka mengisi survei via surel. Atau, cetak survei dan serahkan bersama kuitansi yang Anda berikan kepada mereka.
·         Tanyakan kepada pelanggan mengapa mereka menggunakan jasa Anda.[4]Apakah karena harga, kenyamanan, kualitas, atau lainnya?
·         Tanyakan apakah mereka melihat promosi Anda. Cari tahu bagaimana mereka mengetahui bisnis Anda.